Copy of Seri Spiritualitas (1280 x 720 px)(1)

Renungan Karmelitana 097

"Saya ingin kamu mengerti bahwa hal itu baik bagimu, jika kamu mendaraskan Bapa Kami dengan baik, untuk tetap di sisi Guru yang mengajarkan doa ini kepadamu"

Murid-murid Yesus melihatNya berdoa dan mencatat sesuatu yang berbeda dengan cara mereka berdoa. Karena itu mereka meminta kepadaNya untuk mengajar mereka cara berdoa dan la mengajarkan kepada mereka doa Bapa Kami.

Para biarawati di biara pertama yang didirikan oleh Santa Teresa melihat dia berdoa dan mencatat sesuatu yang berbeda dengan cara mereka berdoa dan mereka memintanya untuk mengajar mereka cara berdoa dan ia menuliskan Jalan Kesempurnaan untuk mengajar mereka cara menggunakan Bapa Kami agar tiba di titik tertinggi doa.

Bab 1-3 adalah pengantar dan kemudian bab 4-23 adalah penjelasan tentang 3 hal penting: saling mencintai, kelepasan dari segala ciptaan dan kerendahan hati yang sejati, yang dituntut bagi integritas doa kita. Kemudian, mulai dari bab 24, ia menjelaskan dan memberi komentar atas doa Bapa Kami. Komentar ini berlanjut hingga 19 bab terakhir dalam buku.

Bab 24-26 adalah pengantar kepada komentar yang sesungguhnya. Dalam mengomentari Bapa Kami, Santa Teresa menggabungkan peringkat-peringkat dari para pujangga Gereja yang telah menggunakan Bapa Kami untuk menjelaskan hubungan antara Allah dan orang-orang yang dicintaiNya: Tertulianus, Origenes, Santo Ambrosius, Santo Siprianus, Santo Agustinus, Santo Gregorius dari Nysa, Santo Sirilus dari Yerusalem dan Santo Thomas Aquinas. Sebuah komentar dari Bapa Kami membentuk bagian kedua dari bagian keempat Katekismus Gereja Katolik.

“Baiklah, saya sekarang ingin menasihati kamu (saya bahkan bisa berkata, mengajar kamu, karena seperti seorang ibu, dengan memiliki jabatan priorin, saya diizinkan untuk mengajar) cara yang harus kamu lakukan dalam doa vokal, karena jika ingin berdoa dengan benar, kamu mengerti tentang hal yang kamu katakan” (Jalan Kesempurnaan 24.2). Banyak di antara kita belajar berdoa dari ibu kita. Kita belajar untuk mendoakan Salam Maria dan Bapa Kami di rumah sebelum kita sadar sebagai anggota Gereja. Karena itu, dalam Karmel, ibu kita, Santa Teresa memiliki kewajiban untuk mengajar kita cara mendoakan Bapa Kami. Para biarawati (dan kita sendiri) ingin mengetahui cara bermeditasi. Ia ingin mengajar kita cara mengucapkan doa vokal kita.

Doa berawal di sini, mengerti hal yang sedang kita katakan: “Yang ingin saya lakukan, putri-putriku, adalah menolak untuk merasa puas hanya dengan mengucapkan kata-kata…Saat saya berkata “Bapa Kami”, itu akan menjadi sebuah tindakan cinta untuk mengerti siapa Bapa kita ini dan siapa Guru yang mengajar kita doa ini” (Jalan Kesempurnaan 24.2). Mengerti dan mengingat. Mengerti kesederhanaan doa vokal kita dan dalam soal doa ini, mengingat Dia yang mengajarkan doa itu kepada kita.

Dengan cara yang sederhana tentang cara kita mengucapkan doa vokal kita, mengerti apa yang sedang kita katakan dan mengingat kepada siapa kita sedang berbicara membuat kita hadir di hadapan Tuhan. “Apakah kamu berpikir bahwa Dia diam? Walaupun kita tidak mendengarNya, Ia berbicara dengan baik kepada hati saat kita memohon kepadaNya dari hati” (Jalan Kesempurnaan 24.5).

Doa vokal menjadi doa mental. “Saya memberitahukan kepadamu bahwa saya sungguh tidak tahu bagaimana doa mental bisa dipisahkan dari doa vokal jika doa vokal didaraskan dengan baik dengan sebuah pemahaman tentang Dia yang kita ajak berbicara…berusaha untuk memusatkan pikiran kepada Seseorang yang kepadaNya kata-kata kita tujukan” (Jalan Kesempurnaan 24.6).

 

Dikutip dari buku: P. Aloysius Deeney, OCD, Renungan-Renungan Santa Teresa Dari Yesus dan Santo Yohanes Dari Salib,
(Yogyakarta: Nyala Cinta, 2022), hlm. 198-199.