Menurut saya, doa batin tidak lain adalah sebuah percakapan yang akrab antara dua sahabat; ini berarti meluangkan waktu sesering mungkin untuk menyendiri dengan Dia yang kita tahu mengasihi kita.
St. Teresa Avila, Buku Kehidupan, Bab 8 no.5 hal.44 (Panjang no.1-5), terj. Kieran Kavanaugh O.C.D. & Otilio Rodriguez O.C.D., Hackett Publishing Company, Inc., 2008
Refleksi:
St. Teresa Avila mengajarkan bahwa doa adalah “sebuah sebuah percakapan yang akrab antara dua sahabat.” Tidak perlu berjam-jam; percakapan yang sederhana dan tulus dengan Tuhan sudah cukup. Bagi orang-orang yang sibuk, doa dapat disisipkan ke dalam rutinitas sehari-hari – saat bepergian, mencuci piring, atau menunggu dalam antrean, dll.
Kitab Suci:
“Tetaplah berdoa.”
1 Tesalonika 5:17
KGK:
Apakah doa batin? Santa Teresia dari Yesus menjawab: “Menurut saya, doa batin itu tidak lain dari satu pergaulan yang sangat ramah, di mana kita sering kali berbicara seorang diri dengan Dia, tentang Siapa, kita tahu bahwa Ia mencintai kita” (vida 8,5). Doa batin mencari Dia, “yang jiwaku cintai” (Kid 1:7) (Bdk. Kid 3:1-4): Yesus, dan di dalam Dia, Bapa. Kita mencari Dia, karena kerinduan kepada-Nya adalah awal cinta kasih kepada-Nya. Kita mencari Dia dalam iman yang murni, dalam iman yang membuat kita dilahirkan dari Dia dan hidup di dalam Dia. Kita juga masih dapat bermeditasi dalam doa batin, tetapi pandangan sudah diarahkan kepada Tuhan.
2709
Waktu dan lamanya doa batin bergantung pada kehendak yang tegas, dalamnya terungkap rahasia-rahasia hati. Bukan kita berdoa kalau kita mempunyai waktu, melainkan kita meluangkan waktu, supaya hadir di hadirat Tuhan. Kita melakukannya dengan tekad bulat pantang menyerah, juga apabila kita menghadapi cobaan-cobaan dan kekeringan. Kita tidak selalu dapat bermeditasi. Namun selalu ada kemungkinan untuk masuk ke dalam doa batin, terlepas dari keadaan kesehatan, situasi kerja, dan keadaan perasaan. Hati adalah tempat pencarian dan pertemuan dalam kemiskinan dan iman.
2710
Langkah masuk ke dalam doa batin dapat dibandingkan dengan pembukaan perayaan Ekaristi: di bawah dorongan Roh Kudus, kita “mengarahkan” hati dan seluruh diri kita, hidup dengan sadar dalam kediaman Tuhan, yang adalah kita sendiri, dan menghidupkan iman untuk masuk ke hadirat Dia yang menantikan kita. Kita membuka topeng kita dan mengarahkan kembali hati kepada Tuhan yang mencintai kita, untuk menyerahkan diri kepada-Nya sebagai persembahan yang harus dimurnikan dan ditransformasi.
2711
Doa batin adalah doa seorang anak Allah, doa seorang pendosa yang sudah diampuni dan yang menghendaki agar menerima cinta kasih, dengannya ia dicintai dan membalasnya dengan cinta kasih yang lebih besar lagi (Bdk. Luk 7:36-50; 19:1-10). Tetapi ia mengetahui bahwa cinta kasih balasannya itu berasal dari Roh Kudus, yang mencurahkannya ke dalam hatinya. Karena segala-galanya adalah rahmat Allah. Doa batin adalah penyerahan yang rendah hati dan miskin kepada Bapa penuh cinta, dalam persatuan yang semakin dalam dengan Putera kekasih-Nya.
2712
Dengan demikian doa batin adalah ungkapan misteri doa yang paling sederhana. Ini adalah satu anugerah dan rahmat, yang hanya dapat diterima dalam kerendahan hati dan kemiskinan. Doa batin adalah hubungan perjanjian, yang Allah letakkan dalam dasar hakikat kita (Bdk. Yer 31:33). Suatu persekutuan, di mana Tritunggal Mahakudus membentuk manusia, citra Allah, menjadi “serupa” dengan diri-Nya.
2713
Doa batin adalah puncak doa. Di dalamnya Allah melengkapi kita dengan kekuatan melalui Roh-Nya, supaya “manusia batin” diperkuat di dalam kita, dan Kristus tinggal di dalam hati kita oleh iman, dan kita “berakar serta berdasar di dalam kasih” (Ef 3:16-17).
2714
Kontemplasi ialah memandang Yesus dengan penuh iman. “Aku memandang Dia dan Dia memandang aku”, demikian kata-kata seorang petani dari Ars, yang berdoa di depan tabernakel kepada pastomya yang saleh. Pandangan penuh perhatiankepada Yesus ini adalah penyangkalan “aku”, karena pandangan Yesus membersihkan hati. Cahaya wajah-Nya menyinari mata hati kita dan membiarkan kita melihat segala-galanya dalam sinar kebenaran dan belas kasihan-Nya terhadap semua orang. Kontemplasi memandang misteri kehidupan Kristus dan dengan demikian memperoleh “pengertian batin mengenai Tuhan”, untuk mencintai-Nya lebih sungguh dan mengikuti-Nya dengan lebih baik lagi (Bdk. Ignasius, ex. spir. 104).
2715
Doa batin ialah mendengarkan Sabda Allah. Mendengarkan ini bukanlah pasif, melainkan suatu ketaatan iman, dalamnya hamba menerima tugas tanpa syarat dan anak setuju dengan penuh cinta. Ia mengambil bagian dalam “Ya” Putera yang telah menjadi hamba, dan dalam “Fiat” hamba Tuhan yang rendah hati.
2716
Doa batin ialah berdiam diri. Ialah “lambang dunia yang akan datang” (Ishak dari Ninive, tract. myst.66) dan “cinta kasih yang tidak banyak kata” (Yohanes dari Salib). Dalam doa batin tidak dibutuhkan kata-kata yang panjang lebar; kata-kata adalah seumpama ranting-ranting kering yang dimakan api cinta kasih. Dalam suasana diam yang tidak dapat ditahan manusia “lahiriah”, Bapa menyampaikan kepada kita Sabda-Nya yang menjadi manusia, yang menderita untuk kita, yang mati dan bangkit lagi; Roh keputeraan memungkinkan kita mengambil bagian dalam doa Yesus.
2717
Doa batin adalah persatuan dengan doa Yesus, sejauh doa itu membuat kita mengambil bagian dalam misteri Kristus. Misteri Kristus dirayakan oleh Gereja di dalam Ekaristi, dan Roh Kudus membuatnya menjadi hidup lagi dalam doa batin, sehingga ia dapat menyata dalam amal cinta.
2718
Doa batin ialah persekutuan cinta kasih. Ia memiliki kehidupan dalam dirinya untuk banyak orang, kalau ia menyetujui, untuk bertekun dalam malam iman. Malam kebangkitan dipersiapkan oleh malam sakratul maut dan malam makam. Ketiga malam itu menentukan “saat” Yesus. Roh Yesus, dan bukan “daging yang lemah”, mendorong untuk melewati saat itu dalam doa batin. Kita harus berjaga selama “satu jam” bersama Dia (Bdk. Mat 26:40).
2719
Aplikasi:
Panjatkanlah doa singkat (misalnya, “Tuhan, sertailah aku”) ketika melakukan tugas rutin selama minggu ini. Biarlah hal itu menjadi kebiasaan untuk mengubah saat-saat melakukan kegiatan rutin menjadi saat-saat doa.
Doa:
Ya Yesus, ajarlah aku untuk berbicara kepada-Mu sebagai seorang sahabat di setiap saat.
SOLO DIOS BASTA
SAQM