Kita hidup di era penemuan, dan kita tidak perlu lagi repot-repot menaiki tangga, karena di rumah-rumah orang kaya, lift telah menggantikan tangga-tangga tersebut dengan sangat sukses. Aku ingin menemukan lift yang dapat mengangkatku kepada Yesus, karena aku terlalu kecil untuk menaiki tangga yang berat menuju kesempurnaan. Lalu aku mencari dalam Kitab Suci untuk tanda akan lift ini, yang menjadi tujuan keinginanku, dan aku membaca kata-kata ini yang keluar dari mulut sang Kebijaksanaan Abadi: “"Siapa yang tak berpengalaman, singgahlah ke mari” (*) Dan aku telah berhasil. Aku merasa telah menemukan apa yang aku cari. Tetapi dengan rasa keingintahuan, ya Allahku, apa yang akan Engkau lakukan kepada si kecil yang menjawab panggilan-Mu, aku terus mencari dan inilah yang aku temukan:“Seperti seseorang yang dihibur ibunya, demikianlah Aku ini akan menghibur kamu..kamu akan menyusu, akan digendong, akan dibelai-belai di pangkuan.” Ah! tidak pernah kata-kata yang lebih lembut dan lebih merdu datang untuk memberi kegembiraan pada jiwaku. Lift yang harus mengangkatku ke surga adalah tangan-Mu, O Yesus! Dan untuk ini aku tidak perlu tumbuh menjadi besar, tetapi justru harus tetap kecil dan menjadi semakin kecil.
St. Theresia dari Lisieux, Kisah Satu Jiwa Edisi Studi, Biografi St. Theresia dari Lisieux, Manuskip C Bab X hal.268, terj. John Clarke, O.C.D., Third Edition, ICS Publication.
Catatan :
(*) Bacaan Kitab Suci – “Siapa yang tak berpengalaman, singgahlah ke mari” – yang lebih sesuai dengan istilah “Jalan Kecil” – “Whoever is a LITTLE ONE, let him come to me.” Proverbs 9:4 – diambil dari Douay-Rheims 1899 American Edition.
Refleksi:
Spiritualitas Karmel Teresiana memandang seluruh kehidupan sebagai persembahan kepada Allah. Pekerjaan Anda, sekecil apa pun itu, menjadi kudus ketika dilakukan untuk kemuliaan-Nya. Hal ini sejalan dengan ajaran sosial Gereja Katolik yang menyerukan untuk menghormati pekerjaan manusia.
Kitab Suci:
Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia
(Kolose 3:23)
Dokumen Gereja:
Kesadaran, bahwa kerja manusia ialah partisipasi dalam kegiatan Allah, menurut Konsili, bahkan harus meresapi ”pekerjaan sehari-hari yang biasa sekali. Sebab pria maupun wanita, yang-sementara mencari nafkah bagi diri maupun keluarga mereka-melakukan pekerjaan mereka sedemikian rupa sehingga sekaligus berjasa-bakti bagi masyarakat, memang dengan tepat dapat berpandangan, bahwa dengan jerih-payah itu mereka mengembangkan karya Sang Pencipta, ikut memenuhi kepentingan sesama saudara, dan menyumbangkan kegiatan mereka pribadi demi terlaksananya rencana ilahi dalam sejarah”
(Laborem Exercens, 25)
Penerapan:
Sebelum Anda memulai pekerjaan berdoalah secara singkat: “Tuhan, aku mempersembahkan pekerjaan ini kepada-Mu.” Dan pandanglah semua tugas-tugas dan pekerjaan Anda sebagai persembahan bagi-Nya.
Doa:
Tuhan, kuduskanlah pekerjaanku hari ini sebagai persembahan cinta bagi-Mu.
SOLO DIOS BASTA
SAQM