BAIKLAH, AKU KATAKAN ada begitu banyak alasan mengapa sangat penting untuk memulai dengan tekad yang kuat sehingga aku harus berbicara panjang lebar jika aku menyebutkan semuanya. Saudari-saudari, aku hanya ingin menyebutkan dua atau tiga saja...(1) Dan marilah kita sepenuhnya bertekad untuk tidak pernah mengambilnya kembali dari-Nya, baik karena ujian yang berkaitan dengan hal ini, maupun karena pertentangan, atau karena kekeringan...(2) Aku sangat memahami hal ini melalui pengalaman, dan itulah mengapa aku dapat mengatakan, dan memang aku katakan, bahwa tidak ada yang tahu betapa pentingnya sebuah tekad...(4)
St. Teresa Avila, Jalan Ksempurnaan Edisi Studi, Bab 23 hal.211-213, terj. Kieran Kavanaugh O.C.D. & Otilio Rodriguez O.C.D., ICS Publications, 2000
Refleksi :
St. Teresa, dalam Buku Jalan Kesempurnaan, menekankan pentingnya tekad yang kuat dalam berdoa meskipun mengalami ujian, pertentangan bahkan kekeringan rohani. Bagi orang yang sibuk, doa yang didaraskan dengan cepat dapat terasa tidak produktif, tetapi nasihat St. Teresa menumbuhkan kepercayaan. Katekismus Gereja Katolik (#2742–2745) menekankan ketekunan sebagai persatuan dengan Allah yang adalah Cinta. St. Teresa menambahkan bahwa ketekunan dalam doa membangun keberanian untuk berjuang, membantu orang-orang yang sibuk untuk bertahan dalam kekeringan rohani di tengah tekanan sehari-hari.
Kitab Suci:
Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!
(Roma 12:12)
KGK :
“Tetaplah berdoa” (1 Tes 5:17). “Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita” (Ef 5:20). “Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang kudus” (Ef 6:18). “Kita tidak diwajibkan untuk tetap bekerja, berjaga-jaga, dan berpuasa. Tetapi adalah satu hukum bagi kita, supaya berdoa dengan tidak putus-putusnya” (Evagrius, cap. pract. 49). Semangat yang tidak kenal lelah ini hanya dapat berasal dari cinta. Perjuangan doa melawan kelambanan dan kemalasan kita adalah perjuangan untuk mendapatkan cinta yang rendah hati, penuh kepercayaan dan ketabahan. Cinta ini membuka hati kita untuk tiga kepastian iman yang gemilang dan menghidupkan:
(2742)
Doa itu selalu mungkin. Saat orang Kristen adalah saat Kristus yang bangkit, yang berkata kepada kita: “Aku menyertai kamu senantiasa” (Mat 28:20), betapa pun besamya angin ribut2. Saat kita ada dalam tangan Allah.
“Malahan di pasar atau waktu berjalan-jalan dalam kesunyian kamu dapat sering dan dengan rajin berdoa. Juga, apabila kamu duduk di dalam perusahaan, atau waktu menjual atau membeli, malahan juga waktu kamu memasak” (Yohanes Krisostomus, ecl. 2).
(2743)
Doa itu mutlak perlu. Bukti melalui kebalikannya tidak kurang meyakinkan: kalau kita tidak membiarkan diri dibimbing oleh Roh, kita jatuh kembali ke dalam perhambaan dosa Bdk. Gal 5:16-25.. Bagaimana Roh Kudus dapat menjadi “kehidupan kita”, kalau hati kita jauh dari-Nya?
“Tidak ada suatu apa pun yang lebih bernilai daripada doa: doa membuat yang tidak mungkin menjadi mungkin, dan yang berat menjadi ringan… Seorang manusia yang berdoa, tidak mungidn berdosa” (Yohanes Krisostomus, Anna 4,5).
“Siapa berdoa, pasti diselamatkan; siapa tidak berdoa, pasti mengutuki diri sendiri” (Alfonsus dari Liguori, mez.).
(2744)
Berdoa dan hidup kristiani tidak dapat dipisahkan. Karena keduanya menyangkut cinta dan pengurbanan yang sama, yang keluar dari cinta; menyangkut keserupaan yang sederhana dan penuh cinta dengan keputusan Bapa yang penuh cinta; menyangkut persatuan transformatif yang sama dalam Roh Kudus, yang membuat kita menjadi semakin serupa lagi dengan Yesus Kristus; dan menyangkut cinta yang sama kepada semua orang, yang dengannya Yesus mencintai kita. “Apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, akan diberikan kepadamu. Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain” (Yoh 15:16-17).
“Orang yang menghubungkan doanya dengan perbuatan, dan perbuatannya dengan doa, dia berdoa tanpa henti-hentinya. Hanya dengan demikian kita dapat yakin bahwa prinsip untuk berdoa setiap saat, dapat terlaksana” (Origenes, or. 12).
(2745)
Aplikasi:
Di dalam kegiatan sehari-hari Anda yang sibuk luangkanlah waktu, walau hanya sejenak, untuk berdoa. Serta renungkanlah kata-kata St. Teresa tentang tekad untuk berdoa.
Doa:
Tuhan, berilah aku tekad dan ketekunan untuk tetap berdoa di tengah seluruh kesibukanku.
SOLO DIOS BASTA
SAQM