Saya menyukai adanya banyak persahabatan seperti ini di mana terdapat komunitas yang besar, tetapi di rumah ini yang hanya dihuni oleh tiga belas orang — dan tidak boleh lebih dari itu — semua harus menjadi sahabat, semua harus dicintai, semua harus dihargai, dan semua harus dibantu.
St. Teresa Avila, Jalan Ksempurnaan Edisi Studi, Bab 4 No.7 hal.65, terj. Kieran Kavanaugh O.C.D. & Otilio Rodriguez O.C.D., ICS Publications, 2000
Refleksi:
Spiritualitas Karmel Teresiana menggabungkan kontemplasi dengan karya. Ajaran sosial Katolik mengajak kita untuk melihat Kristus di dalam semua orang khususnya orang miskin dan terpinggirkan. Kehidupan yang sibuk dapat menjadi doa ketika kita melayani orang lain dengan kasih sayang, bahkan dalam hal-hal kecil.
Kitab Suci:
…sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.
(Matius 25:40)
Dok. Gereja:
Allah, yang sebagai Bapa memelihara semua orang, meng-hendaki agar mereka semua merupakan satu keluarga, dan saling menghadapi dengan sikap persaudaraan. Sebab mereka semua diciptakan menurut gambar Allah, yang “menghendaki segenap bangsa manusia dari satu asal mendiami seluruh muka bumi” (Kis 17:26). Mereka semua dipanggil untuk satu tujuan yang sama, yakni Allah sendiri.
Oleh karena itu cinta kasih terhadap Allah dan sesama merupakan perintah yang pertama dan terbesar. Kita belajar dari Kitab Suci, bahwa kasih terhadap Allah tidak terpisahkan dari cinta terhadap sesama: “…sekiranya ada perintah lain, itu tercakup dalam amanat ini: Hendaknya engkau mengasihi sesamamu seperti dirimu sendiri … Jadi kepenuhan hukum ialah cinta kasih” (Rom 13:9-10); lih.1 Yoh 4:20). Menjadi makin jelaslah, bahwa itu sangat penting bagi orang-orang yang semakin saling tergantung dan bagi dunia yang semakin bersatu.
Bahkan ketika Tuhan Yesus berdoa kepada Bapa, supaya “semua orang menjadi satu …, seperti kita pun satu” (Yoh 17:21-22), dan membuka cakrawala yang tidak terjangkau oleh akal budi manusiawi, ia mengisyaratkan kemiripan antara persatuan Pribadi-pribadi ilahi dan persatuan putera-puteri Allah dalam kebenaran dan cinta kasih. Keserupaan itu menampakkan, bahwa manusia, yang di dunia ini merupakan satu-satunya makhluk yang oleh Allah dikehendaki demi dirinya sendiri, tidak dapat menemukan diri sepenuhnya tanpa dengan tulus hati memberikan dirinya.
(Gaudium Et Spes 24)
Aplikasi:
Selama minggu ini lakukan satu tindakan kebaikan setiap hari (misalnya, memberikan senyum, berkata-kata yang baik, atau memberi sumbangan) dan anggaplah itu sebagai melayani Yesus.
Doa:
Ya Tuhan, semoga tindakan-tindakanku mencerminkan kasih-Mu bagi orang-orang di sekitarku.
SOLO DIOS BASTA
SAQM