"Engkau Allahku, memperhatikan dan menyiapkan jiwa sedemikian, sehingga apapun yang dikerjakannya, tanpa menyadarinya, kami menemukan dalam diri kami kemajuan rohani yang begitu besar sehingga kami terkagum-kagum"
(Pendirian-Pendirian 5.6)
Santa Teresa dicobai untuk berpikir demikian karena ia sangat sibuk dengan banyak hal sehingga tidak mungkin baginya untuk memiliki jenis kehidupan rohani yang diinginkannya. Hal itu menjadi sebuah godaan baginya, hingga ia menyadari bahwa ia perlu menginginkan untuk memiliki kehidupan rohani yang diinginkan oleh Allah untuk kita miliki. Ia mengakui,jika kewajiban-kewajiban yang harus kita lakukan adalah hasil dari kewajiban-kewajiban hidup kita (ketaatan), maka Allah memberi kita rahmat yang kita butuhkan untuk mengatur tanggungjawab kita. Dan karena kita sedang menerima rahmat ini dariNya, rahmatNya memberi sebuah akibat dalam kualitas kehidupan kita.
“Tanpa mengerti bagaimana, kami menemukan dalam diri kami kemajuan rohani.” Apa itu kemajuan rohani yang dimaksudkan ini?
Santa Teresa menulis tentang doa ketenangan dan akibatnya. “Agar berhubungan dengan doa rekoleksi, saya menunda untuk menyebutkan akibat-akibat atau tanda-tanda di dalam jiwa orang yang kepadanya Allah, Tuhan kita memberikan hal ini di dalam doa ketenangan…di samping itu, masih ada hal-hal lain yang mengagumkan yang dikerjakan oleh Allah dalam jiwa itu. Allah memampukan dan menyiapkan jiwa agar bisa menjaga segalanya dalam dirinya sendiri. Karena itu, kemanisan dan keluasan batin bisa dirasakan dalam kenyataan bahwa jiwa tidak lagi terikat dengan hal-hal yang berhubungan dengan pelayanan kepada Allah selain lebih bebas melayani Allah…singkatnya, ada sebuah kemajuan dalam semua kebajikan” (IV Puri Batin 3.9).
Penyelenggaraan (providence) berarti meramalkan, Videre adalah Bahasa Latin yang berarti melihat. Pro berarti sebelumnya. Melihat sebelum peristiwa terjadi. Kepercayaan kepada penyelenggaran Allah adalah keyakinan bahwa Allah menyiapkan diri kita sehingga kita memiliki hal yang kita butuhkan. Panggilan kita masing-masing adalah bagian dari kepedulian dan penyelenggaraan Allah bagi kehidupan kita. Allah terlibat secara aktif di dalam kehidupan kita dan tidak meninggalkan kita tetapi secara tetap menyiapkan kita dengan rahmatNya sesuai tuntutan panggilan kita.
Dengan menghidupi panggilan kita masing-masing, kita sedang melayani Allah. Saat melayani Allah seperti Allah ingin agar kita melayaniNya (panggilan, ketaatan), Ia hadir dengan rahmatNya. Dan bukti kehadirannya adalah kemajuan dalam praktik kebajikan.
Secara tetap, dalam ajaran Santa Teresa, bukti kenyataan kehidupan rohani kita tidak terletak dalam panjangnya waktu kita bisa bertahan di dalam meditasi atau matiraga yang bisa kita lakukan, atau jika ada akibat khusus seperti penampakan atau pesona ilahi. Tidak ada bukti atas hal-hal ini. Apa yang membuktikan doa kita dan apa yang membuktikan kehidupan rohani kita dalam praktik kebajikan?
Panggilan, Kesadaran, Penyelengaraan, Kebajikan.
Dikutip dari buku: P. Aloysius Deeney, OCD, Renungan-Renungan Santa Teresa Dari Yesus dan Santo Yohanes Dari Salib,
(Yogyakarta: Nyala Cinta, 2022), hlm. 182-184.