"Oh ketaatan yang membahagiakan dan berbahagialah pembalikan nilai yang bisa menghasilkan gangguan yang bisa memperoleh banyak hal!"
(Pendirian-Pendirian 5.7)
Apa maksud pernyatan Santa Teresa di atas?
Dalam buku Pendirian-Pendirian (5.7), ia memberikan contoh tentang seorang yang tidak disebut namanya, yang telah menemukan bahwa dirinya sangat sibuk selama 15 tahun dan hanya memiliki waktu minimum yang cukup untuk berdoa. Orang ini tidak melupakan atau mengabaikan doa, ia hanya tidak memiliki waktu cukup untuk berdoa. Tetapi ia menghidupi kehidupan dengan kebajikan dan menghabiskan waktu yang bisa dilakukannya dalam doa. Santa Teresa memuji orang ini atas ketaatannya. Ia tampak baginya sebagai teladan ketaatan.
Orang itu bukan seorang hamba kerja karena ia ingin memiliki waktu bebas untuk berdoa. Ia taat kepada kewajiban-kewajibannya dan karena itulah ia dipuji oleh Santa Teresa, yang mengatakan tentang orang ini’ “Tuhan telah membalasnya dengan baik; karena ia telah menemukan bahwa ia memiliki, tanpa mengetahui caranya, kebebasan roh yang sangat berharga dan pantas diharapkan yang dimiliki oleh orang-orang yang sempurna” (Pendirian-Pendirian 5.7). Tuhan membalas ketaatannya dengan anugerah kebebasan dari dirinya sendiri karena ketaatannya menunjukkan cinta orang ini kepada Tuhan. Orang itu yang bukan hamba kerja dan bukan juga orang yang mengabaikan kewajiban, memiliki anugerah kebebasan roh ini. Ketaatan menerima anugerah ini sebagai ganjaran.
Santa Teresa mengatakan “Mereka menemukan semua kebahagiaan yang bisa diinginkan dalam hidup ini, karena dengan menginginkan ketiadaan mereka memiliki semuanya” (Pendirian-Pendirian 5.7). Orang bisa dengan mudah melihat kesesuaian antara Santo Yohanes dari Salib dan Santa Teresa. Santo Yohanes dari Salib mengatakan secara pasti hal yang sama: “Untuk meraih kepuasan dalam semua, inginkanlah kepuasan dalan ketiadaan. Untuk bisa memiliki semua, inginkanlah kepemilikan dalam ketiadaan. Untuk tiba menjadi semua, inginkanlah untuk tidak menjadi apa-apa. Untuk tiba kepada pengetahuan tentang semua, inginkanlah pengetahuan atas ketiadaan” (I Pendakian Gunung Karmel 13.11).
“Semua dan Ketiadaan,” Todo y nada. Kebebasan roh telah memberikan kepada orang ini kebebasan yang paling penting, kebebasan dari dirinya sendiri. Sekarang ia mampu untuk menjadi utuh untuk melayani Tuhan. Dengan menjadi utuh untuk melayani Tuhan, ia menerima dariNya semua rahmat yang dibutuhkannya.
“Oh ketaatan yang membahagiakan dan berbahagialah pembalikan nilai yang bisa menghasilkan gangguan yang bisa memperoleh banyak hal!” (Pendirian-Pendirian 5.7). Gangguan yang dimaksudkan oleh Santa Teresa adalah kewajiban-kewajiban yang memanggil orang ini untuk berada jauh dari keinginannya untuk berada bersama Tuhan. Gangguan itu, atau kewajiban-kewajiban itu, pasti adalah kedamaian hati yang dimiliki orang-orang yang sempurna, yang diperoleh dari Tuhan. “Singkatnya, tidak ada yang bisa mengambil kedamaian mereka karena jiwa-jiwa ini hanya bergantung kepada Allah” (Pendirian-Pendirian 5.7). Ketaatan adalah kebajikan yang menunjukkan ketergantungan kepada Allah.
Setelah melakukan pengamatan atas ketaatan dan kehidupan rohani ini, Santa Teresa membuat penerapan konkret bagi para biarawati di biaranya. “Sekarang, putri-putriku, jangan bersedih saat ketaatan menarikmu untuk terlibat dalam hal-hal eksterior” (Pendirian-Pendirian 5.8). Kata-kata selanjutnya menjadi terkenal dan di banyak biara ordo Santa Teresa anda bisa menemukan kata-kata itu tergantung di dinding dapur: “Ketahuilah bahwa di dalam dapur, Tuhan berjalan di antara panci-panci dan perkakas-perkakas dapur untuk membantumu secara interior dan eksterior” (Pendirian-Pendirian 5.8).
“Membantumu secara interior dan eksterior.” Dengan kata lain, jika Anda sibuk melakukan hal yang diminta oleh kewajiban Anda untuk Anda lakukan dan Anda melakukannya demi cinta kepada Allah dan mengingat bahwa Ia bersama Anda, Ia tidak hanya akan menolong Anda secara rohani. Ia juga akan menolong Anda untuk melakukan pekerjaan secara lebih baik terhadap hal yang sedang Anda lakukan.
Dikutip dari buku: P. Aloysius Deeney, OCD, Renungan-Renungan Santa Teresa Dari Yesus dan Santo Yohanes Dari Salib,
(Yogyakarta: Nyala Cinta, 2022), hlm. 184-186.