Tampaknya, menurutku, itu adalah salah satu momen paling sulit dalam hidupku. Sepertinya rohku telah mengantisipasi banyak hal yang harus aku lalui, meskipun penderitaan itu tidak seberat yang akan terjadi jika penderitaan itu berlanjut. Namun Tuhan tidak membiarkan hamba-Nya yang malang ini menderita lama, sebab Ia tidak pernah gagal menolongku dalam kesusahan-kesusahanku. Dan Dia melakukannya dalam penderitaanku saat ini, karena Dia memberiku sedikit cahaya untuk membantuku melihat bahwa itu adalah setan dan memahami kebenaran bahwa semuanya disebabkan oleh keinginan setan untuk membuatku takut dengan kebohongan. Akibatnya, aku mulai mengingat kembali tekad kuatku untuk melayani Tuhan dan keinginanku untuk menderita demi Dia.
St. Teresa Avila, Riwayat Hidup, Bab 36 no.9, hal 302, terj. Kieran Kavanaugh O.C.D. & Otilio Rodriguez O.C.D., Hackett Publishing Company Inc., 2008
Refleksi :
Bagi orang-orang yang sibuk, kehidupan sehari-hari sering terasa kacau seperti ketika harus berlari untuk melakukan beberapa pertemuan, mengurus beberapa urusan keluarga sekaligus, atau menghadapi krisis yang tak terduga. Tetapi, St. Teresa mengajarkan bahwa momen-momen ini adalah kesempatan untuk melihat ke dalam dan menemukan Allah, yang menawarkan kedamaian di pusat hati yang tenang. Katekismus Gereja Katolik (2563) memperkuat hal ini dengan menggambarkan hati sebagai “tempat kebenaran, di mana kita memilih hidup dan mati,” ruang suci di mana kehadiran Allah membawa ketenangan. Dalam Kitab Yesaya 26:3 Allah berjanji untuk memelihara seseorang dalam damai yang sempurna, yang pikirannya tertuju pada Allah. Dengan berhenti sejenak untuk menyadari kehadiran Tuhan, orang-orang yang sibuk dapat mengubah momen-momen krisis menjadi perjumpaan dengan kedamaian ilahi yang menjadikan setiap tugas sebagai langkah menuju kekudusan.
Kitab Suci :
Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya.
(Yesaya 26:3)
KGK :
Hati adalah rumah di mana aku berada dan tempat aku tinggal (dalam gaya Bahasa semitis atau biblis: di mana aku “turun” [dari kendaraan]). Inilah pusat kita yang tersembunyi, yang tidak dapat dimengerti baik oleh akal budi kita maupun oleh orang lain. Hanya Roh Allah dapat menyelami dan mengetahuinya. Dalam kedalaman cita-cita kita, hati adalah tempat keputusan. Ia adalah tempat kebenaran, di mana kita memilih antara hidup dan mati. Ia adalah tempat pertemuan karena kita hidup dalam hubungan dengan citra Allah. Hati adalah tempat perjanjian.
(2563)
Aplikasi :
Ketika krisis dan kesibukan melanda — baik itu berupa jadwal yang padat, gangguan yang datang secara mendadak, atau momen yang menegangkan — berhentilah sejenak selama 15-20 detik. Tariklah napas dalam-dalam dan berdoa, “Tuhan, aku menemukan-Mu di sini.” Bayangkan hati Anda sebagai ruang yang tenang di mana Allah tinggal, dan serahkan momen itu kepada-Nya. Tindakan kecil ini dapat meneguhkan Anda dalam damai-Nya.
Doa :
Yesus, di tengah krisis dan kesibukan hari ini, tolong bantu aku menemukan damai-Mu di dalam hatiku dan untuk percaya bahwa Engkau selalu hadir.
SOLO DIOS BASTA
SAQM