Apa itu Spiritualitas?
Kata spiritualitas berasal dari kata spirit/roh. Dalam pengertian umum, roh atau spirit adalah lawan dari materi/benda. Sesuatu yang bersifat roh berarti yang tidak berkaitan dengan materi, tanpa daging. Ketika manusia disebut sebagai makhluk spiritual berarti, ia hidup sebagai mahkluk yang tidak cemas akan materi, tidak berpusat pada keingingan daging atau tidak terikat pada kebutuhan jasmaniahnya saja. Makhluk spiritual hidup dalam realitas rohaniah.
Sebenarnya, konsep dasar spiritualitas terkait dengan kultur Yunani yang mempertentangkan kata roh/spiritualitas dengan materi, tubuh/daging. Namun secara biblis, dalam budaya semantik, kata roh tidak bertentang dengan materi atau badan, melainkan tentang kehancuran, kematian, kelemahan, ketakutan, hukuman.
Di jaman kita, tanpa mereduksi arti orisinilnya, konsep spiritualitas berarti hidup yang baik, yang membuat seseorang menjadi apa adanya, roh memberi kekuatan dan cinta, mendukung dan mendorong citra hidup yang berkualitas.
Pesan:
Roh yang ada dalam diri kita merupakan bagian terdalam dari keberadaan kita sendiri. Di dalam roh ada motivasi utama dalam hidup kita, cita-cita kita, imajinasi kita, hasrat kita, mistik yang kita hidupi dan perjuangkan serta peran roh kita dalam menyemangati orang lain.
Jika kita disapa sebagai figur/tokoh spiritual, itu karena kita memiliki hati yang mencintai, intensi yang baik, indra-indra yang jernih dalam berelasi dengan ciptaan, terutama dalam mempraktikan kebenaran nilai dalam hidup bersama.
Kutipan: “Jiwa berbicara tentang jalan yang ditempuhnya ketika meninggalkan cinta diri dan cinta akan materi melalui matiraga yang benar, yang mengakibatkan ia mati terhadap diri sendiri dan semua materi itu, untuk memulai hidup riang gembira dalam cinta bersama Allah” (Santo Yohanes dari Salib, Malam Gelap, I,1
Biara Karmel San Juan-Kupang
P. Sakarias Abduli, OCD