Copy of Seri Spiritualitas (1280 x 720 px)(1)

Jalan Paling Pasti Menuju Tuhan dan Kedamaian Abadi Dari Santo Yohanes Dari Salib

Yohanes dari Salib percaya bahwa cara yang paling aman untuk mengalami kedamaian yang abadi dan berada bersama dengan Tuhan adalah melalui penderitaan.

Banyak dari kita yang menginginkan persatuan tertinggi dengan Tuhan, tetapi tidak tahu bagaimana cara mencapainya. Untungnya, orang-orang kudus sebelum kita telah menapaki jalan tersebut dan telah mewariskan kebijaksanaan mereka kepada kita.

Yohanes dari Salib secara khusus percaya bahwa jika kita ingin mendekatkan diri kepada Tuhan, kita harus melakukannya melalui salib penderitaan. Dia menjelaskan prinsip ini dalam sebuah Kantika Rohani yang ditampilkan dalam Bacaan Gereja.

Untuk alasan inilah rasul Paulus berkata tentang Kristus: Di dalam Dia tersembunyi segala harta hikmat dan pengetahuan tentang Allah. Jiwa tidak dapat masuk ke dalam harta ini, atau mencapainya, kecuali jika ia terlebih dahulu menyeberangi dan memasuki semak belukar penderitaan, menanggung penderitaan lahir dan batin, dan kecuali jika ia terlebih dahulu menerima dari Allah banyak sekali berkat di dalam akal budi dan indera, dan telah menjalani pelatihan rohani yang panjang.

Orang kudus Karmelit sangat yakin bahwa kehidupan kita di bumi ini mencakup banyak penderitaan. Kuncinya adalah untuk tidak mengabaikan penderitaan ini, tetapi menyatukannya dengan salib dan membiarkannya menjadi kurban bagi Tuhan. Hanya melalui penderitaan kita akan menemukan kedamaian dan penghiburan abadi yang kita inginkan.

Kiranya manusia pada akhirnya dapat melihat bahwa sangat tidak mungkin untuk mencapai semak belukar kekayaan dan hikmat Allah kecuali dengan terlebih dahulu memasuki semak belukar penderitaan yang banyak, sedemikian rupa sehingga jiwa menemukan penghiburan dan keinginannya di sana. Jiwa yang merindukan hikmat ilahi akan memilih pertama-tama, dan dalam kebenaran, untuk memasuki semak belukar salib.

Gerbang yang memberikan jalan masuk ke dalam kekayaan hikmat-Nya adalah salib; karena itu adalah gerbang yang sempit, sementara banyak orang mencari sukacita yang dapat diperoleh melaluinya, hanya sedikit yang mau melewatinya.

Kata-kata ini mungkin tidak menghibur kita, tetapi kata-kata ini benar adanya. Kita tidak dapat mencari kedamaian yang Allah berikan kepada kita kecuali kita terlebih dahulu meneladani Dia dan menemukan Dia dalam penderitaan kita.