Copy of Seri Spiritualitas (1280 x 720 px)(1)

Renungan Karmelitana 085

"Memberikan beberapa nasihat dalam hal yang berkaitan dengan doa. Bab ini sangat membantu mereka yang terlibat dalam karya aktif"

Menurut saya, satu bab yang paling mendalam dan praktis dalam tulisan-tulisan Santa Teresa adalah bab 5 Pendirian-Pendirian. Bab itu juga adalah bab yang saya kira hadir dalam suatu cara yang jelas tentang kharisma OCD dan spiritualitas yang diwartakannya, yaitu kontemplasi dan aksi, doa dan pelayanan, Maria dan Martha. Bab itu layak untuk sering dibaca.

Santa Teresa menulis dalam penjelasan di awal bab bahwa bab ini “sangat membantu mereka yang terlibat dalam karya-karya aktif.” Siapa itu yang terlibat dalam “karya-karya aktif?” Jawaban singkatnya adalah semua orang! Jawaban panjangnya adalah para biarawan atau biarawati yang hidup di dalam komunitas, para imam yang terlibat dalam pelayanan, semua yang menjadi bagian dari sebuah keluarga, pasangan suami-istri/pasutri atau orang tua, orang yang melajang yang hidup di dunia dan orang-orang yang bekerja untuk menghidupi diri. Semua yang ada dalam kategori di atas yang telah memiliki sebuah relasi dengan Tuhan dalam persahabatan dan yang ingin mengikuti tradisi spiritualitas Karmelit Tak Berkasut, bab ini didedikasikan oleh Santa Teresa bagi Anda.

Untuk memperkenalkan bab ini, sangat membantu untuk melihat akhir bab 4 buku Pendirian-Pendirian. Pada akhir bab 4, Santa Teresa menulis tentang doa yang dilaksanakan di biara-biaranya. Ia mengatakan bahwa perlu untuk tidak bersandar kepada hal yang pada masa lalu dilakukan untuk mendirikan kehidupan doa, tetapi perlu juga sikap untuk menghidupi jenis hidup yang akan menjadi sebuah dasar yang baik untuk membangun masa depan.

Ia kemudian juga menulis tentang pengalaman beberapa biarawati yang begitu maju dalam doa sebagai pengalaman fenomena luar biasa, seperti penampakan dan pesona ilahi. Tetapi kemudian ia menambahkan sebuah peringatan, “Memang saya mengerti bahwa kekudusan tidak terletak dalam rahmat-rahmat ini, saya juga tidak bermaksud untuk memuji mereka saja, tetapi membuatnya mengerti bahwa nasihat-nasihat yang saya inginkan memiliki suatu tujuan” (Pendirian-Pendirian 4.8).

Kata-kata terakhir tentang nasihat-nasihat yang diharapkannya untuk diberikan menunjuk kepada nasihat-nasihat yang diberikan dalam bab 5. Kita akan melihat dalam bab ini tempat kekudusan ditemukan.

“Bukan maksud atau pikiran saya bahwa apa yang saya katakan di sini dianggap sebagai peraturan yang pasti dan tidak dapat salah, karena hal itu akan menjadi kebodohan dalam hal-hal yang sulit” (PendirianPendirian 5.1 Santa Teresa membuka nasihat-nasihatnya untuk orang-orang yang sibuk dengan menampilkan dirinya sebagai seorang yang bijaksana, realistis dan praktis. Bodohlah orang-orang yang berpikir bahwa mereka adalah ahli yang tak dapat salah dalam segala hal yang begitu dekat dengan Allah seperti misteri hubungan dengan Dia. Santo Yohanes dari Salib juga menilainya sebagai pembimbing-pembimbing rohani yang bodoh yang berpikir bahwa mereka mengetahui segala sesuatu untuk semua orang (bdk. Nyala Api Cinta yang Hidup 3.27-66).

“Karena ada banyak jalur di sepanjang jalan rohani ini, ada kemungkinan bahwa saya akan berhasil untuk mengatakan beberapa hal yang pasti berguna tentang beberapa jalur itu” (Pendirian-Pendirian 5.1). Dalam Bahasa Spanyol dikatakan, “Como hay muchos caminos en este camino…” dan ungkapan itu diterjemahkan “ada banyak jalur di jalan ini.” Sekali lagi Santa Teresa sadar dan sudah melihat bahwa Tuhan berhubungan dengan setiap orang dengan cara yang khas. Camino adalah kata yang digunakan untuk Jalan Kesempurnaan (Camino de Perfeccion). “Jalur” adalah suatu tanda bagi kehidupan rohani yang menuntut pergerakan. Pernyataan itu berarti sesuatu yang dinamis dan adalah suatu pergerakan yang dibuat bersama, bersama dengan Tuhan.

Dikutip dari buku: P. Aloysius Deeney, OCD, Renungan-Renungan Santa Teresa Dari Yesus dan Santo Yohanes Dari Salib,
(Yogyakarta: Nyala Cinta, 2022), hlm. 171-173.